gravatar

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI TANAMAN . PENGARUH DOSIS PEMUPUKAN DAN WAKTU PENYIANGAN TERHADAP POLA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN


  LAPORAN PRAKTIKUM

EKOLOGI TANAMAN

ACARA I. PENGARUH DOSIS PEMUPUKAN DAN WAKTU PENYIANGAN TERHADAP POLA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN






                                                                             








Oleh:
Widdi Setiawan
NIM  A1L008095






KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2011




I. PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Bayam merupakan sayuran yang telah lama dikenal dan dibudidayakan secara luas oleh petani di seluruh wilayah Indonesia, bahkan di negara lain. Penyebaran tanaman bayam di Indonesia telah meluas ke seluruh wilayah, tetapi sampai saat ini pulau Jawa merupakan sentra produksinya. Hampir semua orang mengenal dan menyukai kelezatan bayam. Rasanya enak, lunak, dapat memberikan rasa dingin dalam perut dan dapat memperlancar pecernaan. Umumnya tanaman bayam dikonsumsi bagian daun dan batangnya (Bandini dan Azis,2001).
          Bayam (Amaranthus sp.) berasal dari Amerika tropik. Oleh karenanya, penyebaran tanaman ini banyak di daerah-daerah beriklim tropik, termasuk Indonesia. Walaupun demikian, sayuran ini juga menyebar ke daerah beriklim sedang. Tanaman bayam mempunyai atau sumber zat besi. Namun, sayuran ini juga banyak mengandung vitamin A dan mineral lain, yaitu kalsium (Ca). Jumlah kalori yang dikandungnya adalah 36 kalori per 100 g bahan (Novary,1997).
Bayam sebaiknya ditanam pada tanah yang gembur dan cukup subur. Apalagi untuk bayam cabut, tekstur tanah yang berat akan menyulitkan produksi dan panennya. Tanah netral ber-pH antara 6 – 7 paling disukai bayam untuk pertumbuhan(Nazaruddin,2000).
          Tanah yang subur dan bertekstur gembur serta banyak mengandung bahan organik paling disukai tanaman bayam. Pada tanah yang tandus dan liat, bayam masih dapat tumbuh dengan baik jika dilakukan penambahan bahan organik yang cukup banyak. Pada tanah yang ber-pH dibawah kisaran 6-7, tanaman bayam sukar tumbuh. Tanaman akan menunjukkan pertumbuhan yang merana bila pH tanah dibawah 6. Begitu pula pada pH diatas 7, tanaman akan mengalami gejaja klorosis (warna daun menjadi putih kekuning-kuningan terutama pada daun-daun yang masih muda). Jenis bayam tertentu masih dapat tumbuh pada tanah-tanah alkalin (basa). Tanaman bayam tidak memilih jenis tanah tertentu (Murtensen and Bullard, 1970).
Kangkung merupakan tanaman yang tumbuh cepat yang memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih. Kangkung yang dikenal dengan nama Latin Ipomoea reptans terdiri dari 2 (dua) varietas, yaitu Kangkung Darat yang disebut Kangkung Cina dan Kangkung Air yang tumbuh secara alami di sawah
Bagian tanaman kangkung yang paling penting adalah batang muda dan pucuk-pucuknya sebagai bahan sayur-mayur. Kangkung selain rasanya enak juga memiliki kandungan gizi cukup tinggi, mengandung vitamin A, B dan vitamin C serta bahan-bahan mineral terutama zat besi yang berguna bagi pertumbuhan badan dan kesehatan. Disamping itu hewan juga menyukai kangkung bila dicampur dalam makanan ayam, itik, sapi, kelinci dan babi.
        Seorang pakar kesehatan Filipina: Herminia de Guzman Ladion memasukkan kangkung dalam kelompok "Tanaman Penyembuh Ajaib", sebab berkhasiat untuk penyembuh penyakit "sembelit" juga sebagai obat yang sedang "diet". Selain itu, akar kangkung berguna untuk obat penyakit "wasir"
Kangkung darat menghendaki tanah yang subur, gembur banyak mengandung bahan organik dan tidak dipengaruhi keasaman tanah.
Tanaman kangkung darat tidak menghendaki tanah yang tergenang, karena akar akan mudah membusuk. Sedangkan kangkung air membutuhkan tanah yang selalu tergenang air.
Tanaman kangkung membutuhkan tanah datar bagi pertumbuhannya, sebab tanah yang memiliki kelerengan tinggi tidak dapat mempertahankan kandungan air secara baik.


B. Tujuan

Tujuan dari praktikum “pengaruh dosis pemupukan dan waktu penyiangan terhadap pola pertumbuhan dan hasil tanaman” adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan dan hasil tanaman berdasarkan dosis pemupukan dan waktu penyiangan.



II.   METODE PRAKTIKUM

A.    Bahan dan Alat
1.    Bahan
a.    Benih kangkung
b.    Benih bayam
c.    Pupuk N, P, K, Furadan

2.    Alat
a.    Alat pengukur curah hujan
b.    Alat pengukur suhu
c.    Alat pengukur intensitas cahaya
d.    Alat pengukur kelembaban
e.    Alat tulis
f.     Penggaris

B.    Prosedur Kerja
1.    Penanaman dilakukan pada tanggal 2 mei 2011, bedengan ukuran 1m x 1m.
2.    Penanaman kangkung dan bayam, di petak yang berbeda dengan jarak tanam 20 x 20 cm, dengan 20 tanaman per petak dan 9 tanaman dalam petak efektif.
3.    Dosis pemupukan menggunakan (0,  , , , 1x dosis anjuran).
4.    Waktu penyiangan disiang penuh, 3 hari sekali, dan 6 hari sekali).
5.    Pemupukan dilakukan 2x yaitu 7 hst (N,P, K) dan 14 hst (N, K).
Bayam
Umur
Urea
SP
KCl

Kg/ha/musim tanam
7 hst
56
250
90
14 hst
56

90




Kangkung
Umur
Urea
SP
KCl

Kg/ha/musim tanam
7 hst
187
311
112
14 hst
187

112
6.    Variabel pengamantan:
Kangkung: tinggi tanaman (3 hari 1x), jumlah daun (6 hari), bobot tanaman segar, panjang ruas, diameter batang, panjang tangkai daun.
Bayam: tinggi tanaman (3 hari 1x), jumlah daun (6 hari), diameter tanaman, bobot daun segar per tanaman, bobot segar tanaman per polibag, pengukuran luas daun.
7.    Diamati kondisi umum lingkungan setiap hari dan persentase serangan hama dan penyakit.


















C.   HASIL PENGAMATAN































D.   PEMBAHASAN

1.    Bayam

Pemupukan
             Pupuk Nitrogen (N0 diserap tanaman dalam bentuk ion nitrat (NO3-) dan ion ammonium (NH4+). Nitrogen tidak tersedia dalam bentuk mineral alami seperti unsur hara lainnya. Jika terjadi kekurangan (defisiensi) nitrogen, tanaman tumbuh lambat dan kerdil. Daunnya berwarna hijau muda. Nitrogen juga dibutuhkan untuk senyawa penting seperti klorofil, asam nukleat, dan enzim. Karena itu nitrogen dibutuhkan dalam jumlah besar pada setiap tahap pertumbuhan tanaman, khususnya pembentukan tunas atau perkembangan batang dan daun. Tanpa suplai nitrogen cukup, pertumbuhan tanaman baik tidak akan terjadi. Kekurangan unsur hara N akan menunjukkan gejala pada tanaman seperti pertumbuhan yang kerdil, pertumbuhan akar terbatas, daun menjadi warna kuning pucat. Kuningnya warna daun dimulai dari daun tua baru kemudian pada daun muda
              Kadar P dalam pupuk dinyatakan dalam P2O5. Unsur P diserap tanaman dalam bentuk H2PO4- atau HPO42-. Penyerapan pupuk ini oleh tanaman memerlukan waktu cukup lama seperti pupuk alam yang lain. Posfor berperan penting dalam transfer energi di dalam sel tanaman, misalnya ADD, ATP, beperan dalam pembentukan membran sel terutama terhadap stabilitas struktur dan informasi makromolekul. Bila tanaman kekurangan hara P, maka berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, seperti pertumbuhan yang kerdil, hal ini terjadi karena pembelahan sel terganggu. Warna daun berubah menjadi ungu atau coklat mulai dari ujung-ujung daun. Hal yang semacam ini jelas terlihat pada tanaman yang masih muda (Rosmarkam & Yuwono, 2002).
Kalium diserap oleh tanaman dalam bentuk K+. Tanah mengandung 400 – 500 kg kalium untuk setiap 93 m2. Kalium berperan dalam efisiensi penggunaan air, meningkat ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit, memperbaiki ukuran dan kualitas buah pada masa generatif, menambah rasa manis pada buah, memperluas pertumbuhan akar. Gejala kekurangan kalium adalah daun mulai kelihatan lebih tua, batang dan cabang lemah dan mulai rebah, biji buah kusut dan muncul warna kuning di pinggir dan di ujung yang sudah mengering dan rontok. Unsur hara K di dalam tubuh tanaman bersifat agak mobil, sehingga gejala kekurangannya lebih cepat terlihat pada daun-daun tua, karena K pada daun tua disedot ke daun-daun muda. Karena salah satu fungsi K dalam pembentukan pati dan sebagai transportasi karbohidrat hasil fotosintesis, maka bila tanaman kekurangan K daun akan bercak-bercak coklat seperti terbakar. Warna coklat bermula dari pinggir daun dan menuju tulang-tulang daun
.
          Hasil pengamatan pada diameter batang bayam di peroleh notasi sebagai berikut
P0 = 0.5250 b
P1 = 0,6917 b
P2 = 0, 8283 b
P3 = 0,9392 b
P4 = 2,5647 a.
Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan P4 berbeda nyata terhadap lingkaran diameter batang di bandingkan dengan P0,P1,P2 Dan P3

          Hasil analisis pada bobot segar di peroleh notasi sebagai berikut
P0 = 0,06767 b
P1 = 0,02500 b
P2 = 0,03535 b
P3 = 0,04583 b
P4 = 0,15900 a
Dari hasil analisis tersebut juga di perloleh hasil yang berbeda nyata pada P4 dengan notasi ( a ) terhadap bobot segar di banding P0,P1,P2,P3
          Hasil analisis pada jumlah daun di peroleh hasil dan notasi sebagai berikut
P0 = 4,83 c
P1 = 6,67 bc
P2 = 7,33 abc
P3 = 9,75 ab
P4 = 10,50 a
Hasil analisis di peroleh data bahwa P4 hampir sama hasilnya dengan P3 da P2 tetapi beda nyata dengan P0
          Pada hasil pengamatan tinggi tanaman di peroleh data
P0 = 7,2808
P1 = 8,6292
P2 = 11.8850
P3 = 14.8133
P4 = 14.1533
Dari hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa P0 dan P1 Tidak berbeda nyata tetapi beda nyata dengan P2,P3 dan P4.
2.    kangkung
Pemupukan
Pemupukan bagi tanaman kangkung terdiri dari pupuk dasar yaitu pupuk kandang, yang diberikan seminggu sebelum tanam (setelah selesai pembuatan bedengan). Selain itu juga diberikan pupuk urea, seminggu setelah tanam, kemudian 2 minggu setelah tanam. Pemberian pupuk urea dicampur dengan air kemudian disiram pada pangkal tanaman dengan ember penyiram.

Dari hasil pengamatan dan analisis di peroleh data diameter bayang sebagai berikut
P0= 1,118
P1 = 1,067
P2 = 0,825
P3 = 0,808
P4 = 1,693
Dari hasil analisis tersebut di dapat hasil P0 memliki diameter yang lebih besar dari P1 Dan P2 hal ini di sebabkan oleh kesalahan dalam penanaman dan perawatan sehingga tanaman tidak dapat berkembang atau dapat di katakan hal ini adalah human error.
Dari hasil pengamantan dan analisis panjang ruas di perloeh hasil
P0 = 2.2307
P1 = 2.2013
P2 = 4.8800
P3 = 3.0693
P4 = 2.2435
Dari data tersebut dapat di simpulkan bahwa perlakuan P2 Lebih di respon oleh tanaman di banding perlakuan P1,P2,P3
Dari hasil pengamata dan analisis data panjang tangkai di perloh data sebagai berikut
P0 = 3,258
P1 = 3,687
P2 = 9.115
P3 = 4,18
P4 = 6,203
Sama halnya dengan panjang ruas, pada panjang tankgkai perlakuan pada P2 lebih di respon di banding dengan P1,P3 Dan P4
Hasil pengamatan pada bobot segar di perloeh data sebagai berikut
P0 = 0,0600
P1 = 0, 0457
P2 = 0, 0883
P3 = 0,0780
P4 = 0,0817
Dari hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa perlakuan P2 dan P4 hampir memiliki hasil yang sama
Hasi pengamatan dari jumlah daun dapat di lihat sebagai berikut
P0 = 8, 17
P1 = 11.00
P2 = 14,67
P3 = 11,27
P4 = 15, 23
Dari hasil analisis tersebut dapat di simpulkan bahwa perlakuan P4 mendapatkan respon yang lebih besar di banding P1, P3 sedangkan P2 berbeda nyata dengan P1 dan P3
Hasil pengamatan dan analisis Tinggi tanaman dapat dilihat sebagai berikut
P0 = 15,550 b
P1 =25. 910 a
P2 = 27. 653 a
P3 = 24.912 a
P4 = 24. 530 a
Dari hasil tersebut dapat terlihat dari notasi bahwa perlakuan P1,P2,P3 dan P4 berbeda nyata dengan P0
Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman harus dibersihkan karena akan menjadi pesaing terhadap kebutuhan air, sinar matahari, unsur hara dan biasanya sering menjadi sarang hama seperti ulat.
Penyiangan rumput-rumput ini dilakukan dengan cara mencabut, terkadang rumput sudah tidak mungkin lagi dicabut dengan tangan maka dipakai alat bantu cangkul.
Waktu penyiangan tergantung keadaan populasi dan pertumbuhan gulma. Penyiangan yang dilakukan untuk tanaman kangkung dan bayam sama.
















KESIMPULAN

1.    Pemberian pupuk pada taman bayam dan kangkung dengan taraf yang berbeda berpengaruh nyata terhadap hasil panen bayam dan kangkung
2.    Penyiangan pada kangkung dan bayam berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman seperti tinggi tanaman, jumlah daun dan lain-lain
3.    Interaksi antara taraf pemupukan dan penyiangan adalah sangat nyata karena penyiangan yang lebih intensif mengakibatkan berkurangnya saingan dalam perebutan unsur hara yang di berikan berupa pupuk






















DAFTAR PUSTAKA

-       Animous,2009.Kangkung.http://pcnucilacap.com/index.php?option=com_phocadownload&view=category&download=4:budidayakangkung&id=5:pta&Itemid=67. di akses tanggal 13 juni 2011 pukul 23.38 WIB
-       Adiwidijaja, Rahmat, dkk. ( 1997 ). Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandan terhadap pertumbuhan dan hasil kangkung darat kultivar sutera ada inceptisols. Laporan penelitian. Lembaga penelitian universitas padjajaran fakultas pertanian UNPAD
-       Azmi, C.2007. Menanam bayam dan kangkung. Dinamika Pratama. Jakarta.
-       Bandini, Y dan N. Azis. 2001. Bayam. Penebar swadaya.jakarta
-       Mulya, Sarja.1979. Kangkung darat. Majalah trubus
-       Nazaruddin. 2000. Budidaya dan pengatura panen sayutan dataran rendah. Penebar swadaya. jakarta
-       Rahmat. 19992. Meningkatkan pendapatan petani melalui budidaya kangkung.sinar tani








Isi masih berantakan harap maklum

Entri Populer